Prinsip Kinerja Berbasis Kualitas

ISO 8402 mendefinisikan kualitas sebagai: totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang
bersandar pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau diimplikasikan. Mengikuti penjelasan ISO tersebut, manajemen kualitas dapat dijelaskan sebagai aspek keseluruhan fungsi manajemen yang menentukan dan mengimplementasikan kebijakan kualitas.
Terdapat 8 hal kunci keberhasilan perbaikan kinerja berbasis kualitas seperti disebutkan dalam ISO9001:2000, yaitu (8 hal prinsip-prinsip manajemen kualitas):
1. Fokus pada konsumen: Organisasi yang tergantung pada pelanggan mereka harus mengerti
kebutuhan pelanggan sekarang dan masa depan, harus memenuhi keperluan pelanggan dan
berketetapan untuk memenuhi harapan pelanggan.
Manfaat kuncinya adalah: peningkatan pendapatan dan pangsa pasar yang didapat melalui respon yang cepat dan fleksibel pada peluang pasar, peningkatan keefektifan dalam penggunaan sumber daya organisasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, memperbaiki kesetiaan pelanggan sehingga kontak bisnis berulang.
Menerapkan prinsip ini akan mengarah pada tindakan:
• Penelitian untuk mengerti kebutuhan dan harapan pelanggan
• Memastikan bahwa sasaran organisasi dihubungkan dengan kebutuhan dan harapan pelanggan
• Mengkomunikasikan kebutuhan dan harapan pelanggan diseluruh organisasi (kasus SIAP (Selalu Ingin Anda Puas, Astra Service untuk mobil)
• Mengukur kepuasan pelanggan dan bertindak sesuai hasil tersebut
• Mengelola hubungan dengan pelanggan secara sistematis
• Memastikan pendekatan keseimbangan antara memuaskan pelanggan dan pihak lain yang terkait (seperti pemilik, karyawan, pemasok, investor, masyarakat lokal dan keseluruhan)
2. Kepemimpinan: Kepemimpinan menentukan kesatuan arah dan maksud dari organisasi. Prinsip ini harus menciptakan dan menjaga lingkungan internal dimana orang-orang dapat terlibat secara penuh dalam mencapai sasaran organisasi.
Manfaat kunci:
• Semua orang akan mengerti dan dimotivasi menuju tujuan dan sasaran organisasi.
• Aktifitas dapat dievaluasi, diarahkan, dan diimplementasikan dalam satu kesatuan arah
• Miskomunikasi diantara tingkatan organisasi dapat diminimalkan
Menerapkan prinsip kepemimpinan akan membawa pada:
• Mempertimbangkan kebutuhan semua pihak terkait termasuk pelanggan, pemilik, karyawan, pemasok, investor, masyarakat lokal dan keseluruhan
• Mendirikan visi yang jelas pada masa depan organisasi
• Menentukan tujuan dan target yang menantang
• Menciptakan dan menjaga nilai-nilai bersama, keadilan, dan model peran etikal di semua tingkatan organisasi
• Meningkatkan rasa saling percaya dan menghilangkan ketakutan
• Menyediakan sumber daya yang diperlukan, pelatihan dan kemerdekaan untuk bertindak pada semua orang, dengan tanggung jawab dan akuntabilitas.
• Menginspirasikan, mendorong, dan mengenali kontribusi semua orang dalam organisasi
3. Keterlibatan semua orang: Orang disemua tingkatan adalah inti dari organisasi dan keterlibatan penuh mereka memungkinkan kemampuan mereka untuk digunakan bagi kemanfaatan organisasi.
Manfaat kunci:
• Orang yang termotivasi, komit, dan terlibat dalam organisasi
• Inovasi dan kreatifitas dalam menuju sasaran organisasi
• Orang akan bertanggung jawab pada kinerja mereka sendiri
• Semua orang ingin berpartisipasi dan berkontribusi pada perbaikan terus-menerus
Menerapkan prinsip keterlibatan orang ini akan membawa pada:
• Orang mengerti pentingnya kontribusi mereka dan perannya di organisasi
• Orang mengidentifikasi hambatan dari kinerja mereka
• Orang mengevaluasi kinerja mereka terhadap tujuan dan sasaran pribadi mereka
• Orang akan secara aktif mencari peluang meningkatkan kompetensi mereka, pengetahuan dan pengalaman
• Orang akan berbagi pengetahuan dan pengalaman secara bebas
• Orang akan secara terbuka mendiskusikan masalah dan isu-isu penting.
4. Pendekatan proses: Hasil yang diharapkan dapat dicapai secara lebih efisien ketika aktifitas dan sumber daya yang berhubungan dengannya dikelola sebagai suatu proses.
Manfaat kunci:
• Biaya yang lebih rendah dan waktu siklus lebih pendek melalui penggunaan sumberdaya yang lebih efektif
• Hasil yang dapat diprediksi, konsisten, dan lebih baik
• Peluang perbaikan yang terfokus dan dalam bentuk prioritas
Menerapkan prinsip pendekatan proses akan membawa pada:
• Secara sistematis akan menjelaskan aktifitas yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan
• Mendirikan tanggungjawab yang jelas dan akuntabilitas bagi mengelola aktifitas kunci
• Menganalisa dan mengukur kemampuan aktifitas kunci
• Mengidentifikasi antarmuka aktifitas kunci di dalam dan di antara fungsi organisasi
• Memfokuskan pada faktor seperti sumberdaya, metoda, dan material yang akan memperbaiki aktifitas organisasi kunci
• Mengevaluasi resiko, konsekwensi, dan dampak dari aktifitas pada pelanggan, pemasok, dan pihak lain yang terkait.
5. Pendekatan sistem pada manajemen: mengidentifikasi, mengerti, dan mengelola proses saling berhubungan sebagai sistem yang memberi sumbangan pada keefektifan organisasi dan efisiensi dalam mencapai sasarannya.
Manfaat kunci:
• Integrasi dan pengarahan proses yang akan mencapai hasil terbaik yang diinginkan
• Kemampuan untuk memfokuskan usaha pada proses kunci
• Meningkatkan kepercayaan diri pihak terkait (pelanggan, investor, masyarakat, dst) terhadap konsistensi, efektifitas, dan efisiensi organisasi
Menerapkan prinsip pendekatan sistem pada manajemen akan membawa pada:
• Menstrukturkan sistem untuk mencapai sasaran organisasi dalam cara yang paling efektif dan efisien
• Mengerti hubungan saling ketergantungan antara proses-proses dalam sistem
• Menstrukturkan pendekatan yang mengharmonisasi dan mengintegrasikan proses
• Menyediakan pengertian lebih baik pada peran dan tanggungjawab yang diperlukan bagi upaya mencapai sasaran bersama dan sekaligus mengurangi hambatan lintas fungsional
• Mengerti kemampuan organisasional dan menentukan batasan sumberdaya menurut prioritas perlakuan
• Menentukan target dan menjelaskan seberapa spesifik aktifitas dalam sistem sebaiknya dioperasikan
• Secara terus-menerus memperbaiki sistem melalui pengukuran dan evaluasi
6. Perbaikan terus-menerus: perbaikan terus-menerus pada kinerja keseluruhan organisasi harus menjadi sasaran permanen organisasi.
Manfaat kunci:
• Keunggulan kinerja melalui kemampuan organisasional yang lebih baik
• Penyesuaian aktifitas perbaikan di semua tingkatan pada maksud strategis organisasi
• Fleksibilitas untuk bereaksi secara cepat pada peluang
Menerapkan prinsip ini akan membawa pada:
• Menerapkan pendekatan konsisten diseluruh organisasi untuk perbaikan kinerja organisasi secara terus-menerus
• Menyediakan pelatihan pada semua orang dalam metoda dan alat perbaikan berkelanjutan
• Membuat perbaikan berkelanjutan pada produk, proses, dan sistem menjadi sasaran bagi semua individu dalam organisasi
• Mendirikan tujuan untuk memandu dan ukuran untuk ditempuh, perbaikan berkelanjutan
• Mengenali dan mengakui perbaikan
7. Pendekatan faktual pada proses pengambilan keputusan: keputusan-keputusan efektif didasarkan pada analisa data dan informasi
Manfaat kunci:
• Keputusan-keputusan yang diinformasikan
• Peningkatan kemampuan untuk mendemonstrasikan keefektifan keputusan-keputusan masa lalu melalui referensi pada rekaman faktual
• Peningkatan kemampuan untuk mereview, menantang dan merubah opini dan keputusan
Menerapkan prinsip ini pada pengambilan keputusan akan membawa pada:
• Memastikan data dan informasi cukup, akurat, dan tersedia
• Membuat data dapat diakses oleh siapapun yang memerlukannya
• Menganalisa data dan informasi menggunakan metoda valid
• Membuat keputusan dan mengambil tindakan didasarkan pada analisa faktual, menyeimbangkan dengan pengalaman dan intuisi
8. Hubungan dengan pemasok yang saling menguntungkan: organisasi dan pemasoknya adalah saling ketergantungan, dan hubungan yang saling menguntungkan akan meningkatkan kemampuan keduanya untuk menciptakan nilai.
Manfaat kunci:
• Meningkatkan kemampuan untuk menciptakan nilai bagi kedua belah pihak
• Fleksibilitas dan kecepatan respon bersama pada perubahan pasar atau keinginan dan harapan pelanggan
• Mengoptimalkan biaya dan sumber daya
Menerapkan prinsip ini akan membawa pada:
• Mendirikan hubungan yang menyeimbangkan pendapatan jangka pendek dengan pertimbangan jangka panjang
• Mengumpulkan keahlian dan sumber daya dengan mitra
• Mengidentifikasi dan menseleksi pemasok kunci
• Komunikasi yang jelas dan terbuka
• Berbagi informasi dan rencana masa depan
• Mendirikan aktifitas perbaikan dan pengembangan bersama
• Menginspirasikan, mendorong, dan mengenali perbaikan dan pencapaian dengan pemasok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: