Latar Belakang Perlunya Manajemen Mutu Terpadu atau TQM

Amerika Serikat pernah menikmati situasi dimana standar hidupnya paling tinggi di dunia untuk jangka waktu lebih dari 100 tahun. Mereka pernah jadi pelopor dan pemimpin dalam perkembangan faktor-faktor pendorong utama bagi peningkatan standar hidup, yaitu dalam perbaikan produktivitas, pertumbuhan, dan inovasi. Kemampuan pemanufakturan Amerika saat ini memberikan basis ekonomi yang memungkinkan mereka membangun masyarakat yang berstandar hidup terbaik di dunia. Akan tetapi, semenjak tahun 1980-an terjadi perubahan besar.
Dominasi Amerika semakin tergerogoti. Amerika mulai kehilangan pasarnya, produktivitasnya tertinggal dari Jepang, tingkat penganggurannya meningkat dalam sector manufaktur, dan posisi kompetitifnya semakin terkikis dalam pasar global. Semua ini merupakan gejala dari penurunan sektor industri Amerika. Para pesaingnya, terutama Jepang, telah merebut banyak pasar dimana sebelumnya didominasi Amerika.
Permasalahan tersebut sebenarnya dimulai semenjak berakhirnya Perang Dunia II. Pada saat itu kualitas produk yang dihasilkan Jepang masih kurang baik untuk bersaing dalam pasar internasional. Satu-satunya keunggulan yang dimiliki Jepang saat itu adalah harga yang murah. Perusahaan-perusahaan Amerika dan Negara-negara Barat lainnya memusatkan perhatian pada biaya, secara bertahap dan terus-menerus perusahaan-perusahaan Jepang berusaha menciptakan infrastruktur sebagai dasar kualitas, yaitu aspek manusia, proses, dan fasilitas. Berbagai upaya perbaikan dilakukan Jepang, misalnya mengirimkan tim khusus keluar negeri untuk mempelajari pendekatan-pendekatan yang dilakukan perusahaan asing dan menerjemahkan literature asing yang terseleksi kedalam bahasa Jepang. Mereka juga mengundang dosen-dosen asing untuk dating ke Jepang dan memberikan kursus-kursus pelatihan kepada para manajernya. Jepang akhirnya menemukan strategi-strategi untuk menciptakan revolusi dalam kualitas. Beberapa diantaranya adalah:
1. Para manajer tingkat atas secara personal mengambil alih pimpinan revolusi tersebut
2. Semua level dan fungsi menjalani pelatihan untuk mengelola kualitas
3. Perbaikan kualitas dilakukan dengan revolusioner dan terus-menerus
4. Tenaga kerja dilibatkan dalam perbaikan kualitas melalui konsep Pengendalian Kualitas
Berkat usaha-usaha tersebut, maka pada pertengahan 1970-an kualitas barang-barang manufaktur Jepang, seperti mobil dan produk elektronika, melampaui kualitas yang dihasilkan para pesaingnya dari Barat. Sebagai akibatnya, ekspor Jepang mengalami peningkatan drastic sementara ekspor negara-negara Barat mengalami penurunan. Disamping itu dominasi Amerika dalam beberapa industri kunci seperti baja, otomotif, mesin industri, dan elektronika, mulai digantikan oleh Jepang.
Penyebab lain atas kegagalan Amerika dalam bersaing adalah aspek perhatian atau penekanan. Alasan mengapa Amerika unggul pada aspek-aspek kuantitatif dari suatu pekerjaan adalah karena aspek-aspek tersebut semenjak Perang Dunia II sangat diperhatikan, dihargai, dan diberi status lebih baik. Hal ini menyebabkan industri Amerika kurang memperhatikan masalah kualitas produk.
Selama decade 1980-an, dimana pangsa pasar Amerika menurun tajam, pilihan para mahasiswa Amerika untuk jenjang pendidikan perguruan tinggi adalah program MBA. Pada periode yang sama, sebagian besar mahasiswa universitas-universitas teknik di Amerika adalah mahasiswa asing.
Jadi, misalnya persaingan global dalam sektor industri diibaratkan arena balap mobil, maka Amerika pada decade 1980-an lebih memfokuskan pada upaya mengiklankan mobilnya secara lebih intensif dan lebih baik sementara para pesaingnya menekankan pada usaha meningkatkan kemampuan mobil, pengemudi, mekanik, dan pit crewnya. Pada saat Amerika terlambat menyadari bahwa untuk memenangkan pasar global perlu penekanan lebih besar pada kualitas daripada pemasaran, gerakan total quality muncul dan memberikan harapan perbaikan.
Dasar pemikiran perlunya TQM sangatlah sederhana, yakni bahwa cara terbaik agar dapat bersaing dan unggul dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan kualitas terbaik. Untuk menghasilkan kualitas terbaik diperlukan upaya perbaikan berkesinambungan terhadap kemampuan manusia, proses, dan lingkungan. Cara terbaik agar dapat memperbaiki kemampuan komponen-komponen tersebut secara berkesinambungan adalah dengan menerapkan TQM.
Penerapan TQM dalam suatu perusahaan dapat memberikan beberapa manfaat utama yang pada gilirannya meningkatkan laba serta daya saing perusahaan yang bersangkutan. Dengan melakukan perbaikan kualitas secara terus-menerus maka perusahaan dapat meningkatkan labanya melalui dua rute. Rute pertama, yaitu rute pasar. Perusahaan dapat memperbaiki posisi persaingannya sehingga pangsa pasarnya semakin besar dan harga jualnya dapat lebih tinggi. Kedua hal ini mengarah pada meningkatnya penghasilan sehingga laba yang diperoleh juga semakin besar. Sedangkan pada rute kedua, perusahaan dapat meningkatkan output yang bebas dari kerusakan melalui upaya perbaikan kualitas. Hal ini menyebabkan biaya operasi perusahaan berkurang. Dengan demikian laba yang diperoleh akan meningkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: