Penyebab Rendahnya Kualitas Pendidikan di Indonesia

Di bawah ini akan diuraikan beberapa penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Ada tujuh faktor penyebab rendahnya kualitas mutu pendidikan yaitu:

1. Kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan education function atau input-output analisys yang tidak dilaksanakan secara konsekuen.

Pendekatan ini melihat bahwa lembaga pendidikan berfungsi sebagai pusat produksi yang apabila dipenuhi semua input (masukan) yang diperlukan dalam kegiatan produksi tersebut, maka lembaga ini akan menghasilkan output yang dikehendaki. Masalah input antara lain: rendahnya prestasi siwa, rendahnya sarana dan prasarana, rendahnya pembangunan infrastruktur

2. Efektifitas Pendidikan di Indonesia

Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajardengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian, pendidik dituntut untuk dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran agar pembelajaran tersebut dapat berguna.

3.Efisiensi pengajaran di Indonesia

Efisiensi adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih “murah”. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Konsep efisiensi akan tercipta jika keluaran yang diinginkan dapat dihasilkan secara optimal dengan hanya masukan yang relatif tetap, atau jika masukan yang sekecil mungkin dapat menghasilkan keluaran yang optimal. Konsep efisiensi sendiri terdiri dari efisiensi teknologi dan efisiensi ekonomis. Efisiensi teknologis diterpakan dalam pencapaian kuantitas keluaran secara fisik sesuai dengan ukuran hasil yang sudah ditetapkan. Efisiensi ekonomis tercipta jika ukuran nilai kepuasan atau harga sudah diterapkan terhadap keluaran.

Beberapa masalah efisiensi pengajaran diIndonesia adalah mahalnya biaya pendidikan, waktu pengajaran, mutu pengajar meliputi kompetensi, sertifikasi guru yang belum berdampak nyata terhadap mutu pendidikan, lemahnya sistem numerasi pembayaran gaji tambahan guru, disparitas distribusi guru

4. Seringnya terjadi perubahan kurikulum

Sistem pendidikan yang baik juga berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pendidikan di Indonesia. Sangat disayangkan juga satuan pendidikan kita berubah-ubah sehingga mmbingungkan pendidik dan peserta didik . dalam beberapa tahun belakangan ini, kita menggunakan sistem pendidikan kurikulum 1994, kurikulum 2004, KBK dan KTSP.

5. Ketidaksiapan daerah dalam penyelenggaraan otonomi pendidikan (desantrilistik)

Pelaksanaan desentralisasi dan otonomi pendidikan yang telah memasuki tahun kesembilan belum menciptakan manajemen pelayanan pendidikan yang efektif dan efisien. Hal ini terlihat pada: sistem alokasi dana, kontribusi pemerintah daerah

6. Standarisasi pendidikan di Indonesia

Standar dan kompetensi dalam pendidikan formal maupun informal terlihat hanya keranjingan terhadap standar dan kompetensi. Kualitas pendidikan diukur oleh standart dan kompetensi didalam berbagai versi. Tinjauan terhadap standarisasi dan kompetensi untuk meningkatkan mutu pendidikan akhirnya membawa kami kedalam pengungkapan adanya bahaya yang tersembunyi yaitu kemungkinan adanya pendidikan yang terkungkung oleh standar kompetensi saja sehingga kehilangan makna dan tujuan pendidikan tersebut.

7.Peran guru dan peran masyarakat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: