Komponen Mutu


Menurut Phil Crosby mutu berarti kesesuaian terhadap persyaratan ,seperti jam tahan air, sepatu tahan lama, dokter yang ahli,dll. Dokter yang mampu mendiagnosa dengan tepat penyakit pasiennya digolongkan sebagai dokter yang bermutu.

Menurut Edward Deming mutu berarti pemecahan masalah untuk mencapai penyempurnaan terus menerus seperti Kaizen di Toyota. Dalam hal ini berarti mutu berarti sesuatu yang kontinu, senantiasa ada perbaikan,tidak stagnan.

Menurut K.Ishikawa (pencipta diagram tulang ikan) menyatakan mutu berarti kepuasan pelanggan,baik pelanggan internal maupun eksternal. Kepuasan pelanggan internal akan menyebabkan kepuasan pelanggan eksternal.

Mutu adalah paduan sifat-sifat dari barang atau jasa, yang menunjukkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, baik kebutuhan yang dinyatakan maupun yang tersirat. Benda dan jasa sebagai hasil kegiatan manusia yang secara sadar dilakukannya disebut “kinerja”. Dalam konteks pendidikan pengertian mutu mencakup input, proses, output (Depdiknas,2007:7)(Sanusi, 1990:1)

Mutu pendidikan adalah kemampuan sistem pendidikan dasar, baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan itu sendiri, diarahkan secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dari faktor-faktor input agar menghasilkan output stinggi-tingginya.

Pendidikan yang bermutu ialah yang dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dasar untuk belajar sehingga dapat mengikuti bahkan menjadi pelopor dalam pembaruan dan perubahan.

Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena berlangsungnya proses pendidikan. Input pendidikan terdiri dari sumber daya (yang meliputi kepala sekolah,guru,ketenagaan pendidikan dan peserta didik) dan perangkat lunak yang mendukung proses (seperti struktur organisasi sekolah, peraturan perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana, program, dsb) serta harapan-harapan (berupa visi, misi, tujuan, dan sasaran yang ingin dicapai sekolah). Oleh karena itu tinggi rendahnya suatu input dapat diukur dari tingkat kesiapan input.

Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Dalam pendidikan yang berskala mikro (sekolah, proses yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan, poses pengololaan program, proses pembelajaran dan proses monitoring dan evaluasi). Proses dikatakan bermutu tinggi apabila pengkoordinasikan dan penyerasian input dilakukan secara harmonis sehingga merupakan pembelajaran yang menyenangkan.

Output pendidikan adalah kinerja sekolah. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses sekolah. Kinerja dapat diukur (dari kualitasnya, efektivitasnya, efisiensinya, inovasinya dan moral kerjanya)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: