Sifat Mutu

Konsep mutu sebenarnya selain bersifat absolut juga bersifat relatif dari pelanggannya.

a.      Mutu yang bersifat absolut

Pendidikan dikatakan bermutu bila memenuhi Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sesuai pasal 3 dan 4. SNP merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan diseluruh wilayah hukum NKRI (pasal 1 PP No.19 tahun 2007) untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan pengukuran kualitas pendidikan. Adapun secara lebih jelas, standar-standar yang harus menjadi dasar bagi penyelenggaraan pendidikan sebagaimana tercantum dalam pasal 2 PP No.19 tahun 2007, mencakup 1) standar isi, 2) standar proses, 3) standar kompetensi lulusan, 4) standar pendidik dan tenaga ependidikan, 5) standar sarana dan prasarana, 6) standar pengelolaan, 7) standar pembiayaan, dan 8) standar penilaian pendidikan. Continue reading →

Buku Total Quality Management

gambar buku ini adalah salah satu sumber buku yang saya gunakan dalam pengisian wordpress ini

Prinsip Kinerja Berbasis Kualitas

ISO 8402 mendefinisikan kualitas sebagai: totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang
bersandar pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau diimplikasikan. Mengikuti penjelasan ISO tersebut, manajemen kualitas dapat dijelaskan sebagai aspek keseluruhan fungsi manajemen yang menentukan dan mengimplementasikan kebijakan kualitas.
Terdapat 8 hal kunci keberhasilan perbaikan kinerja berbasis kualitas seperti disebutkan dalam ISO9001:2000, yaitu (8 hal prinsip-prinsip manajemen kualitas): Continue reading →

Latar Belakang Perlunya Manajemen Mutu Terpadu atau TQM

Amerika Serikat pernah menikmati situasi dimana standar hidupnya paling tinggi di dunia untuk jangka waktu lebih dari 100 tahun. Mereka pernah jadi pelopor dan pemimpin dalam perkembangan faktor-faktor pendorong utama bagi peningkatan standar hidup, yaitu dalam perbaikan produktivitas, pertumbuhan, dan inovasi. Kemampuan pemanufakturan Amerika saat ini memberikan basis ekonomi yang memungkinkan mereka membangun masyarakat yang berstandar hidup terbaik di dunia. Akan tetapi, semenjak tahun 1980-an terjadi perubahan besar. Continue reading →

Definisi Mutu Menurut Pelanggan

Definisi Mutu Menurut Pelanggan

Mutu dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang memuaskan dan melampaui keinginan dan kebutuhan pelanggan. Definisi ini disebut juga dengan istilah, mutu sesuai persepsi (quality in perception).

Bagaimana Menghasilkan mutu

menghasilkan mutu

Untuk bisa menghasilkan  mutu, menurut Slamet (1999) terdapat empat usaha mendasar yang harus dilakukan dalam suatu lembaga penghasil produk/jasa. Untuk bisa menghasilkan  mutu, menurut Slamet (1999) terdapat empat usaha mendasar yang harus dilakukan dalam suatu lembaga penghasil produk/jasa

Kontrol Mutu, Jaminan Mutu, Mutu terpadu

Ada perbedaan-perbedaan yang mendasar antara kontrol mutu (quality control), jaminan mutu (quality assurance) dan mutu terpadu (total quality).
Kontrol Mutu secara historis merupakan konsep mutu yang paling tua. Ia melibatkan deteksi dan eliminasi komponen-komponen atau produk gagal yang tidak sesuai dengan standar. Ini merupakan sebuah proses pasca-produksi yang melacak dsn menolak item-item yang cacat. Kontrol mutu biasanya dilakukan oleh pekerja-pekerja yang dikenal sebagai pemeriksa mutu. Inspeksi dan pemeriksaan adalah metode-metode umum dari kontrol mutu, dan sudah digunakan secara luas dalam pendidikan untuk memeriksa apakah standar-standar telah dipenuhi atau belum. Continue reading →

Perkembangan Konsep Mutu

Ada 5 tahap perkembangan konsep mutu yaitu sebagai berikut:

1. Tahap pertama dikenal sebagai era tanpa mutu. Masa ini dimulai sebelum abad ke-18 dimana produk yang dibuat tidak diperhatikan mutunya. Hal seperti ini mungkin terjadi karena pada saat itu belum ada persaingan (monopoli). Dalam era modern saat ini, praktik seperti ini masih bisa dijumpai. Pengadaan listrik misalnya, hingga saat ini masih dikuasai oleh PLN sehingga masyarakat tidak bisa pindah meskipun pelayanan listriknya sering mati. Dahulu Telkom menjadi satu-satunya operator telepon sehingga masyarakat tidak bisa berpaling meskipun harganya mahal dan sulit untuk mendapatkan sambungan telepon ke rumah.

2. Tahap kedua, era Inspeksi. Era ini mulai berlangsung sekitar tahun 1800-an, dimana pemilahan produk akhir dilakukan dengan cara melakukan inspeksi sebelum dilepas ke konsumen. Tanggungjawab mutu produk diserahkan sepenuhnya ke departemen inspeksi (QC). Departemen QC akhirnya selalu jadi sasaran bila ada produk cacat yang lolos ke konsumen. Di sisi lain, biaya mutu menjadi membengkak karena produk seharusnya sudah bisa dicegah masuk ke proses berikutnya pada saat departemen terkait menemukan adanya cacat di bagiannya masing-masing sebelum diperiksa oleh petugas inspeksi. Continue reading →

Visi dan Misi

Visi : Menuju Insan Cerdas, Terampil dan Bermartabat

Yang dimaksud dengan insan cerdas, yaitu cerdas intelektual, cerdas spiritual, cerdas emosional, dan cerdas kinestetis.

  1. Cerdas Intelektual adalah 1) beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, 2) aktualisasi insan intelektual yang kritis, kreatif, inovatif, dan imajinatif.
  2. Cerdas Spiritual adalah beraktualisasi diri melalui hari/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul.
  3. Continue reading →

Solusi dari Permasalahan Pendidikan di Indonesia

Penyelesaian masalah mendasar tentu harus dilakukan secara fundamental. Itu hanya dapat diwujudkan dengan melakukan perombakan secara menyeluruh yang diawali dari perubahan paradigma pendidikan sekular menjadi paradigma Islam. Solusi masalah mendasar itu adalah merombak total asas sistem pendidikan yang ada, dari asas sekularisme diubah menjadi asas memadukan ( terintegrasi ) Imtaq siswa.

Bentuk nyata dari solusi mendasar itu adalah mengubah total UU Sistem Pendidikan yang ada dengan cara menggantinya dengan UU Sistem Pendidikan yang terintegrasi. Hal paling mendasar yang wajib diubah tentunya adalah asas sistem pendidikan. Sebab asas sistem pendidikan itulah yang menentukan hal-hal paling prinsipil dalam sistem pendidikan, seperti tujuan pendidikan dan struktur kurikulum.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut ada beberapa solusi yaitu:

Continue reading →

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.